Selasa, 24 Oktober 2017

PENGEMBANGAN RENCANA BISNIS INFORMATIKA

1. REGULASI DAN PROSEDUR PENDIRIAN PERUSAHAAN

  • BENTUK - BENTUK PERUSAHAAN

1. FIRMA

Firma (dari bahasa Belanda venootschap onder firma; secara harfiah: perserikatan dagang antara beberapa perusahaan).Keberadaan Firma (Fa) sebagai salah satu bentuk badan usaha secara yuridis diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD). Tepatnya pengaturan tentang Firma dijelaskan dalam pasal 16 sampai dengan pasal 35 KUHD.Pengertian firma secara sederhana dijabarkan dalam pasal 16 KUHD,yakni,“Firma adalah tiap-tiap persekutuan perdata yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dengan nama bersama “.

2. KOPERASI


Koperasi adalah badan usaha yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan.prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah
•    Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
•    Pengelolaan yang demokratis,
•    Partisipasi anggota dalam ekonomi,
•    Kebebasan dan otonomi,
•    Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.

3. PERJAN(PERUSAHAAN JAWATAN)

Perjan adalah bentuk badan usaha milik negara yang seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Perjan ini berorientasi pelayanan pada masyarakat, Sehingga selalu merugi. Sekarang sudah tidak ada perusahaan BUMN yang menggunakan model perjan karena besarnya biaya untuk memelihara perjan-perjan tersebut sesuai dengan Undang Undang (UU) Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN. Contoh Perjan: PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api) kini berganti menjadi PT.KAI.


4. PERUM(PERUSAHAAN UMUM)

Perum adalah perjan yang sudah diubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi pelayanan tetapi sudah profit oriented. Sama seperti Perjan, perum di kelola oleh negara dengan status pegawainya sebagai Pegawai Negeri. Namun perusahaan masih merugi meskipun status Perjan diubah menjadi Perum, sehingga pemerintah terpaksa menjual sebagian saham Perum tersebut kepada publik (go public) dan statusnya diubah menjadi persero.

5. PERSERO

Persero adalah salah satu Badan Usaha yang dikelola oleh Negara atau Daerah. Berbeda dengan Perum atau Perjan, tujuan didirikannya Persero yang pertama adalah mencari keuntungan dan yang kedua memberi pelayanan kepada umum. Modal pendiriannya berasal sebagian atau seluruhnya dari kekayaan negara yang dipisahkan berupa saham-saham. Persero dipimpin oleh direksi. Sedangkan pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta. Badan usaha ditulis PT < nama perusahaan > (Persero). Perusahaan ini tidak memperoleh fasilitas negara.

6. BUMS(BADAN USAHA MILIK SWASTA)

Badan Usaha Milik Swasta atau BUMS adalah badan usaha yang didirikan dan dimodali oleh seseorang atau sekelompok orang. Berdasarkan UUD 1945 pasal 33, bidang- bidang usaha yang diberikan kepada pihak swasta adalah mengelola sumber daya ekonomi yang bersifat tidak vital dan strategis atau yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak.

7. PERSEKUTUAN KOMANDITER/COMMANDITAIRE VENNOOTSCHAP(CV)

Persekutuan Komanditer (commanditaire vennootschap atau CV) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh 2 orang atau lebih. Persekutuan komanditer mengenal 2 istilah yaitu :
•    Sekutu aktif adalah anggota yang memimpin/ menjalankan perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas utang- utang perusahaan.
•    Sekutu pasif / sekutu komanditer adalah anggota yang hanya menanamkan modalnya kepada sekutu aktif dan tidak ikut campur dalam urusan operasional perusahaan. Sekutu pasif bertanggung jawab atas risiko yang terjadi sampai batas modal yang ditanam. 
Keuntungan yang diperoleh dari perusahaan dibagikan sesuai kesepakatan.


  • PROSEDUR DAN LEGALITAS

Untuk mendirikan perusahaan, berikut adalah data-data yang perlu Anda siapkan:
1.      Opsi Nama Perusahaan (Minimal 3)
2.      Bidang Usaha
3.      Domisili Perusahaan
4.      Nama-Nama Pemegang Saham & KTP 
5.      Komposisi Pemegang Saham
6.      Modal Dasar Perusahaan(Minimal Rp51.000.000)
7.      Modal Disetor (Minimal Rp51.000.000)
8.      Susunan Direksi dan Komisaris
9.      KTP Direktur dan Komisaris
10.  NPWP Direktur
11.  Fasfoto 3x4 2 lembar

Berikut adalah 5 langkah utama atau proses pendirian perusahaan. 

1. membuat akte perusahaan


Karena perusahaan berbadan hukum maka sangat mutlak perlu membuat akte perusahaan Anda. Biasanya akte ini berisi informasi tentang nama perusahaan, bergerak di bidang apa, nama para pemilik modal, modal dasar, modal disetor, pengurus perusahaan seperti siapa direktur utama, direktur, dan para komisaris.

2.  mendapatkan Surat Keterangan Domisili Usaha.

Ini Anda dapatkan dari kantor kelurahan atau kantor kepala desa di mana perusahaan Anda berdomisili. Berdasarkan surat ini, Camat mengeluarkan surat keterangan yang sama.

Untuk mendapatkan surat keterangan domisili, Anda memerlukan salinan akte perusahaan Anda. Selain itu, petugas kelurahan kadang atau sering juga menanya apakah tempat usaha disewa atau milik sendiri. Bila disewa, mereka menanya copy perjanjian sewa menyewa. Bila milik sendiri, mereka meminta copy sertifikat tanah dan IMB. Kadang, ada juga yang minta copy bukti bayar PBB- apakah sudah lunas atau tidak.

Biasanya, mengurus sk domisili dipungut biaya administrasi. Biaya administrasi ini bervariasi dari satu kelurahan ke kelurahan lain,

3.  mengurus NPWP perusahaan.

Untuk mendirikan aperusahaan, NPWP perusahaan adalah mutlak. Untuk mendapatkan NPWP, Anda memerlukan salinan akte perusahaan dan surat keterangan domisili. Ada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah tertentu meminta copy SK Menteri tentang Pengesahan Akte Pendirian Perusahaan. Ada juga yang hanya meminta akte dan sk domisili. Biasanya pembuatan NPWP hanya butuh 1/2 jam. Bila Anda memasukkan berkas di pagi hari ke kantor pajak, pagi itu juga Anda bisa  mendapat NPWP.

4. mendapatkan Surat Keputusan Pengesahan Akte Pendirian Perusahaan dari Departemen Hukum dan HAM.

Untuk mendapatkan ini, diperlukan salinan akte perusahaan dan Surat Keterangan Domisili. 

5. mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).

SIUP merupakan bagian dari proses mendirikan PT agar perusahaan Anda bisa beroperasi.
Mengurus SIUP relatif sama di berbagai tempat.

6. mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

TDP merupakan bagian dari proses pendirian perusahaan. Biasanya ini diurus setelah Anda mendapatkan SIUP. Pada pemda tertentu, Anda dapat mengurus SIUP dn TDP sekaligus. Persyaratannya relatif sama untuk berbagai daerah.

PT. (Persero) Asuransi Kredit Indonesia atau PT. Askrindo (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam asuransi/penjaminan, tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi Bangsa dan Negara Republik Indonesia.


2. SDM DAN ORGANISASI

  • STRUKTUR ORGANISASI

Dengan memperhatikan perkembangan bisnis Perusahaan ke depan, dimana Perusahaan perlu memiliki Struktur Organisasi yang ideal dan diharapkan setiap lini  organisasi  mampu  menjalankan fungsi-fungsinya sesuai dengan tujuan Perusahaan, maka Direksi PT. Askrindo (Persero) melakukan penyesuaian Struktur Organisasi sebagai berikut:

STRUKTUR ORGANISASI


  • DESKRIPSI DAN SPESIFIKASI TUGAS


1. DEWAN KOMISARIS



Dewan Komisaris adalah organ perusahaan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus sesuai Anggaran Dasar serta memberi nasihat kepada Direksi sebagaimana ditentukan dalam UU Perseroan Terbatas. Mengacu pada Board Manual, Dewan Komisaris terdiri dari paling sedikit 2 (dua) orang yang seorang diantaranya diangkat sebagai Komisaris Utama. Berikut susunan Dewan Komisaris Askrindo.


DEWAN KOMISARIS
2. DIREKSI
Direksi adalah organ perusahaan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan sesuai ketentuan Anggaran Dasar. Mengacu pada Board Manual, perusahaan wajib memiliki anggota Direksi paling sedikit 3 (tiga) orang yang seorang diantaranya diangkat sebagai Direktur Utama. Pengangkatan Direksi Perusahaan dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2011 berdasarkan SK Menteri BUMN selaku RUPS Nomor: KEP-199/MBU/2011, dengan susunan Direksi sebagaimana tabel diatas. Selanjutnya pada bulan November 2013, Bapak Sabdono diangkat sebagai anggota Direksi baru berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor: SK-397/MBU/2013 tanggal 22 November 2013. Pada tanggal 8 Juni 2016, RUPS menambah Anggota Pengurus Perusahaan (Direksi) M. Shaifie Zein berdasarkan SK Menteri BUMN selaku RUPS Nomor: SK- 111/MBU/6/2016 sebagai Direktur Pemasaran. Berikut susunan Direksi Askrindo.

DIREKSI
3.  KEPALA DIVISI
Bagian Divisi atau Departemen dipimpin oleh kepala divisi atau kepala departemen yang memiliki tugas peran utnuk memimpin bidang tugas dari departemen yang diembannya. Ada berbagai departemen atau divisi yang ada pada sebuah struktur organisasi perusahaan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, misalnya departemen humas, departemen riset dan dengembangan, departemen personalia, departemen pemasaran, departemen uji kualitas, dan sebagainya. berikut susunan kepala divisi askrindo.

KEPALA DIVISI

  • SISTEM PENGGAJIAN

Sistem pengajian adalah mengembangkan sekumpulan prosedur yang memungkin perusahaan untuk menarik, menahan dan memotivasi staf yang diperlukan, serta untuk mengendalikan biaya pembayaran gaji. Karena tidak ada satu pola yang dapat digunakan secara universal maka prosedur ini harus disesuaikan dengan kebijakan gaji tiap-tiap organisasi, dan hendaknya didasar atas kebijakan yang dianggap adil.
Sistem penggajian dan pengupahan adalah jaringan prosedur  yang terdiri dari sebagai berikut:

1. Prosedur pencatatan waktu hadir
2. Prosedur pencatat waktu kerja
3. Prosedur pembuatan daftar gaji
4. Prosedur distribusi biaya gaji
5. Prosedur pembayaran gaji



3. ASPEK PEMASARAN


Aspek pemasaran adalah faktor penting yang dijadikan sebagai kunci dari keberhasilan perusahaan khususnya dalam memetakan pasar. Aspek pemasaran dalam pengelolaan usaha sama halnya dengan aspek pemasaran dalam studi kelayakan bisnis yang dirancang dan diperhatikan sebelum kita memulai usaha.


  • SPESIFIKASI PRODUK DAN JASA



1. PENJAMINAN KUR

Merupakan kredit/Pembiayaan Modal Kerja dan Invesatasi kepada UMKMK untuk bidang usaha usaha yang produktif dan layak, namun belum bankable dengan plafond kredit/pembiayaan sampai dengan Rp500 juta yang dijamin oleh perusahaan penjaminan. Penyaluran KUR diharapkan dapat membantu mengembangkan pengusaha mejadi lebih produktif. Jenis - jenis Produk Penjaminan KUR :- KUR Mikro- KUR Retail- KUR TKI


2. ASURANSI KREDIT


Merupakan produk jasa Askrindo untuk memberikan penjaminan kepada perbankan maupun non perbankan atas    kredit yang diberikan kepada UMKM.  Fungsi Askrindo dalam hal ini adalah memberikan jaminan/ganti rugi atas    kemacetan yang disalurkan perbankan maupun non perbankan kepada UMKM.

Jenis Asuransi Kredit Bank. 
 - Penjaminan Kredit Menengah
 - Penjaminan Kredit Kecil


3. SURETYSHIP


MELIPUTI Surety Bond, Customs Bond, DAN Kontra Bank Garansi



4. ASURANSI KREDIT PERDAGANGAN


Asuransi Kredit Perdagangan adalah produk PT Askrindo yang memberikan proteksi kepada Pabrikan atau Distributor atau Seller sebagai Tertanggung atas risiko tidak terbayarnya Piutang Kredit Perdagangan dari Distributornya atau Buyer-nya. Melalui layanan produk ini, pihak Tertanggung akan mendapatkan Jasa Manajemen Kredit atau Credit Management Service yang sangat bermanfaat, baik untuk Tertanggung maupun untuk Buyer-nya, yaitu meliputi Credit Advice, Credit Control dan Insurance Protection


5. ASURANSI UMUM


MELIPUTI Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident Insurance), Asuransi Kebakaran (Fire Insurance), Asuransi Kontraktor (Contractor All Risks Insurance), Asuransi Tanggung Gugat (Liability Insurance), Asuransi Pengangkutan (Marine Cargo Insurance), Asuransi Properti (Property All Risks Insurance).


6. REASURANSI


PT Askrindo (Persero) juga menerima reciprocal business dari perusahaan reasuransi luar negeri maupun perusahaan asuransi dan reasuransi dalam negeri.

  • SEGMENTASI



segmentasi pasar (marketing segmentation) merupakan salah satu strategi pemasaran yang dilakukan dengan cara mengelompokkan pasar menjadi segmen-segmen tertentu untuk dijadikan target pemasaran. Dengan memilih kelompok pasar yang tepat, diharapkan kegiatan pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.


  • ANALISA SITUASI PASAR



Pasar hendaknya ditentukan sehingga konsumen dan pesaing dapat dianalisis secara tepat. Menurut Kotler (2000), syarat adanya pasar adalah harus terdapat orang-orang dengan kebutuhan dan keinginan tertentu dan satu atau lebih produk yang dapat memuaskan kebutuhan ini. Selain itu, para pembeli juga mau dan mampu membeli produk yang memuaskan kebutuhan keinginan mereka.

Pasar produk merupakan produk khusus yang dapat memuaskan sejumlah kebutuhan dan keinginan manusia yang mau dan mampu membelinya (Cravens, 2000). Istilah produk menunjukkan produk fisik atau jasa pelayanan. Defenisi ini memadukan manusia atau organisasi dengan kebutuhan dan keinginan yang hampir sama terhadap  suatu kategori produk yang dapat memuaskan keinginan tersebut.


  • ANALISA PESAING



Persaingan antar merk dapat terjadi pada semua struktur pasar produk. Biasanya perusahaan tidak bersaing langsung dengan semua perusahaan dalam industri. Karenanya harus dilakukan identifikasi perusahaan mana yang merupakan pesaing utama.




            Pengevaluasian strategi, kekuatan, kelemahan dan rencana para pesaing juga merupakan aspek kunci analisa situasi. Evaluasi ini penting untuk identifikasi pesaing yang sudah ada dan potensial. Hanya beberapa perusahaan dalam industrinya yang menyimpulkan para pesaing utama. Cravens (2000) menyatakan bahwa analisa pesaing meliputi pendefenisian arena persaingan, penganalisisan group strategis, pengambaran dan pengevaluasian tiap pesaing utama. Analisis tersebut harus menunjukan kekuatan dan kelemahan pesaing.


PT. Askrindo (Persero) yang salah satu sasaran pokok rencana tersebut adalah pemerataan hasil-hasil pembangunan dalam bidang kesempatan berusaha, pendapatan masyarakat dan sekaligus merangsang pertumbuhan lapangan kerja. Dalam rangka mencapai sasaran ini pemerintah mengambil langkah konkrit antara lain dengan mengembangkan usaha kecil dan menengah dengan cara mengatasi salah satu aspek usaha yang penting yaitu aspek pembiayaan.


  • STRATEGI PEMASARAN

strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah.


  • MEDIA PROMOSI BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

Dengan menggunakan media internet, media cetak dan online, serta radio dan televisi.



4. ASPEK KEUANGAN

  • KOMPONEN BIAYA ANGGARAN

1.      Biaya Personil

Biaya personil adalah komponen-komponen biaya yang dikeluarkan untuk membayar honor dan gaji tim kerja yang bekerja dengan kita. Hitung komponen biaya berdasarkan kesepakatan dengan anggota tim, apakah akan berdasarkan orang-jam/man-hour, orang- hari/man-day atau orang-bulan/man-month. Masukkan seluruh anggota tim kerja dari mulai Manajer Proyek sampai Office-boy yang membantu kelancaran pekerjaan tim.

2.      Biaya Nonpersonil

Biaya nonpersonil adalah komponen-komponen biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.
Komponen-komponen biaya tersebut antara lain: Biaya Transportasi, Biaya Allowance Penugasan Luar Kantor, Biaya Rutin, Biaya Pemanfaatan Peralatan dan Sewa, Biaya Belanja Barang Pakai Habis, DAN Biaya Penyusunan Laporan

  • ESTIMASI BIAYA

Definisi perkiraan biaya adalah seni memperkirakan kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan pada informasi yang tersedia pada waktu itu (Iman Soeharto_National Estimating Society USA), berdasarkan definisi, tersebut maka perkiraan biaya mempunyai pengertian sebagai berikut : Perkiraan biaya yaitu melihat, memperhitungkan dan mengadakan perkiraan atas hal hal yang akan terjadi selanjutnya Analisis biaya yang berarti pengkajian dan pembahasan biaya yang pernah ada yang digunakan sebagai informasi yang penting
Kualitas estimasi sangat ditentukan oleh : Tersedianya data dan informasi Teknik dan metode yang digunakan Kecakapan dan pengalaman estimator Tujuan pemakaian perkiraan biaya Sumber informasi terbaik adalah pengalaman perusahaan dari proyek-proyek yang pernah dikerjakan.

  • PENYUSUNAN ANGGARAN PERUSAHAAN



Business Budget atau Budget (Anggaran) ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan (yang menimbulkan penerimaan/hak dan juga pengeluaran/kewajiban), yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu / periode tertentu yang akan datang. (Munandar, 1997)

Unsur-unsur Budgeting/Anggaran
1.   Rencana, penentuan terlebih dahulu tentang berbagai aktivitas yang akan dilakukan di waktu yang akan datang. Rencana tersebut memiliki spesifikasi- spesifikasi tertentu, seperti; disusun secara sistematis, mencakup seluruh kegiatan perusahaan, dan dinyatakan dalam satuan moneter/uang
2. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan : Fungsi produksi , Fungsi pembelanjaan/keuangan, Fungsi administrasi, Fungsi pemasaran, Fungsi personalia
3.     Untuk waktu yang akan datang

  • PENYUSUNAN CASHFLOW PERUSAHAAN

1.      Metode Cash Flow Langsung (Direct)

Standar yang digunakan dalam laporan keuangan terdiri dari kegiatan operasional, investasi, dan penandaan. Nah, ada dua metode penyusunan cash flow yang tersedia, yakni langsung (direct) dan tidak langsung (indirect). Perbedaan keduanya terletak pada kegiatan operasional.
Pada metode langsung, cash flow dari kegiatan operasional diperinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Lalu, kedua cash flow tersebut masih akan diperinci kembali menjadi beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas. Berikut contoh cash flow langsung yang bisa Anda perhatikan.

2.      Metode Cash Flow Tidak Langsung (Indirect)

Pada metode tidak langsung (indirect), arus kas dari operasional ditentukan dengan mengoreksi laba bersih yang dilaporkan pada laporan laba rugi dengan beberapa hal, seperti biaya penyusutan, laba/rugi karena pelepasan investasi, dan sebagainya.
Jadi, bisa dikatakan bahwa metode tidak langsung merupakan rekonsiliasi laba bersih yang diperoleh perusahaan. Ia menyediakan hubungan antara laporan cash flow dengan laporan laba/rugi dan neraca.


LAPORAN IKHTISAR


LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI


LAPORAN KEUANGAN BUKAN KONSOLIDASI


  • TIME VALUE OF MONEY DAN TINGKAT SUKU BUNGA

Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu dari uang merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa nilai uang pada waktu sekarang akan lebih berharga dari pada nilai uang pada masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang yang disebabkan karena perbedaaan waktu.
Tingkat bunga yaitu sebagai harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu. Pengertian tingkat bunga sebagai harga ini bisa juga dinyatakan sebagai harga yang harus dibayar apabila terjadi pertukaran antara satu rupiah sekarang dan satu rupiah nanti.

  • KRITERIA INVESTASI

1.  NPV (Net Present Value)

merupakan manfaat bersih tambahan (nilai kini bersih) yang diterima proyek selama umur proyek pada tingkat discount factor tertentu

2. NET B/C
Merupakan manfaat bersih tambahan yg diterima proyek dari setiap 1 satuan biaya yg dikeluarkan (tanpa satuan)

3. GROSS B/C
merupakan manfaat yang diterima proyek dari setiap satu satuan biaya yang dikeluarkan (tanpa satuan) Kriteria ini hampir sama dengan Net B/C.

4. IRR (Internal Rate of Return)
merupakan tingkat pengembalian internal yaitu kemampuan suatu proyek menghasilkan return (satuannya %).


LINK REFERENSI


http://makalah-perpustakaan.blogspot.co.id/2012/10/jenis-jenis-badan-usaha-di-indonesia.html

http://www.putra-putri-indonesia.com/mendirikan-perusahaan.html






Selasa, 03 Oktober 2017

REVIEW PERUSAHAAN

PT. ASKRINDO


PT. (Persero) Asuransi Kredit Indonesia atau PT. Askrindo (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam asuransi/penjaminan, tidak dapat dipisahkan dari pembangunan ekonomi Bangsa dan Negara Republik Indonesia
Berdiri tanggal 6 April 1971 berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1/1971 tanggal 11 Januari 1971, untuk mengemban misi dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) guna menunjang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Peran PT. Askrindo (Persero) dalam pemberdayaan UMKM adalah sebagai lembaga penjamin atas kredit yang disalurkan oleh perbankan kepada UMKM.

BIDANG BISNIS : JASA ASURANSI/PENJAMINAN.

WILAYAH BISNIS : SELURUH INDONESIA 60 KANTOR CABANG DI 34 PROVINSI SELURUH INDONESIA.

JUMLAH KARYAWAN : PERKIRAAN 2500 KARYAWAN.

OMSET PERTAHUN : MEMBIDIK PENDAPATAN PREMI Rp40 MILIAR PERTAHUN.




PT. FRISIAN FLAG INDONESIA




PT Frisian Flag Indonesia (FFI) adalah produsen produk-produk nutrisi berbasis susu untuk anak-anak di Indonesia dengan merek Frisian Flag, yang juga dikenal sebagai Susu Bendera. Frisian Flag telah menjadi bagian dari pertumbuhan keluarga Indonesia selama lebih dari 90 tahun. Selama itu pula, Frisian Flag selalu memberikan komitmennya untuk terus berkontribusi membantu anak-anak Indonesia meraih potensinya yang tertinggi, melalui produk-produk bernutrisi tepat.

BIDANG BISNIS : BARANG .

WILAYAH BISNIS : SELURUH INDONESIA DAN MENGOPERASIKAN FASILITAS PRODUKSI DI PASAR REBO DAN CIRACAS, JAKARTA TIMUR.

JUMLAH KARYAWAN : PERKIRAAN 2500 KARYAWAN.

OMSET PERTAHUN : RP. 7 TRILIUN PERTAHUN.




PT. BINTANG TOEDJOE


Tahun 1946 Shinshe Tan Jun She bersama menantunya, Tjia Pu Tjiendan Hioe On Tjan mendirikan perusahaan farmasi Bintang Toedjoe.
Tahun 1974 PT Bintang Toedjoe mulai memproduksi obat resep dokter (ethical), sejalan dengan makin banyaknya ahli farmasi yang bekerja di PT Bintang Toedjoe.

BIDANG BISNIS : BARANG.

WILAYAH BISNIS : SELURUH INDONESIA.


JUMLAH KARYAWAN : PERKIRAAN 2000 KARYAWAN.

OMSET PERTAHUN : Rp. 10 MILIAR.



Selasa, 24 Januari 2017

BAB V PENUTUP

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari penjelasan konsep – konsep dan kasus – kasus di bab sebelumnya, penulis menyimpulkan bahwa teori – teori yang digunakan untuk perhitungan dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Dengan demikian Penulis menyadari bahwa masih jauh dari kata sempurna , tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul buku ini, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang interval, line chart, pie chart, dan org chart dengan sumber- sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat dipertanggung jawabkan. Penulis banyak berharap para pembaca agar memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya buku ini dan dan penulisan buku di kesempatan- kesempatan berikutnya. Semoga buku ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang cerdas dalam memahami materi didalam buku ini.

5.2 Saran

Penulis menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, namun walaupun demikian akan mencoba memberi saran yang mungkin akan dapat membangun. Adapun saran tersebut antara lain :

1. Dengan adanya tugas ini dosen agar dapat membantu dalam pembuatan buku ini

2. Dan juga agar para dosen selalu memberikan motivasi dan bimbingan kepada mahasiswa/mahasiswi universitas gunadarma

3. Proses pembelajaran ditingkatkan

BAB IV CONTOH KASUS

CONTOH KASUS

4.1 Membuat Pie Chart dengan PHP

Pie chart adalah gambar lingkaran yang dibagi-bagi menjadi beberapa bagian yang masing-masing menunjukkan persentase dari sebuah pengolahan data. Bentuk ini menyerupai kue bundar yang dipotong-potong, itulah sebabnya mengapa disebut "pie" chart. Pie chart merupakan bentuk pemaparan olahan data yang cukup disukai selain bentuk balok. Memang penyajian dalam bentuk visual memiliki nilai lebih daripada kita memelototi angka-angka saja. Bikin pusing. Komposisi luas masing-masing bagian potongan pie chart sesuai dengan persentase data yang diwakilinya. Bukan cuma luasnya saja yang sesuai, tetapi lebar sudut ataupun panjang keliling masing-masing potongan juga sesuai dengan perbandingan persentase data yang diwakilinya. Nah, yang akan digunakan sebagai pegangan dalam menggambar pie chart dengan PHP adalah komposisi lebar sudut masing-masing bagian pie. Langkah membuat pie chart dengan PHP adalah sebagai berikut: Mula-mula diambil persentase dari masing-masing data yang akan disajikan, kemudian persentase tersebut dibulatkan dan dikonversikan menjadi derajat (100% adalah 360 derajat). Kemudian digambar sejumlah lingkaran dengan titik pusat sama, tetapi kelilingnya saling bersambung satu sama lain dan panjangnya sesuai dengan persentase yang telah ditentukan sebelumnya. Langkah berikutnya adalah menggambar garis dari titik pusat lingkaran menuju ke batas keliling setiap bagian. Koordinat pangkal garis sama dengan koordinat titik pusat lingkaran, sedangkan koordinat ujung garis ditentukan dengan menggunakan perhitungan matematis. Pada gambar tersebut, ada sebuah lingkaran dengan jari-jari r dan pusat di (a,b) yang nilai a dan b telah diketahui. Ada sebuah potongan di dalamnya yang membentuk sudut . Untuk mencari koordinat (x,y) maka diperlukan bantuan rumus trigonometri sin dan cos. Panjang garis putus-putus adalah r sin, sedangkan panjang garis mendatar dari titik pusat sampai ke perpotongan dengan garis putus-putus adalah r cos. Jadi nilai x adalah a + (r cos) dan nilai y adalah b + (r sin). Anda tidak perlu dipusingkan dengan arah koordinatnya (misalnya ke kiri adalah negatif dan ke kanan adalah positif) karena nilai sin dan cos akan menyesuaikan dengan sendirinya sesuai dengan besar sudut. Pada PHP, rumus tersebut perlu sedikit disesuaikan, karena koordinat harus selalu berupa integer. Dengan demikian, nilai r sin dan r cos harus selalu dibulatkan. Selain itu nilai derajat juga dikonversikan ke radian. Yang terakhir adalah memberi warna pada tiap bagian pie chart yang telah terbentuk. Untuk memberi warna, mula-mula harus dicari koordinat sebuah titik yang terletak di dalam setiap bagian pie chart sebagai titik awal pewarnaan. Mudahnya, titik tersebut dicari dengan membagi dua sudut sebuah bagian pie, kemudian diambil panjang setengah jari-jari pie, sehingga titik tersebut akan terletak di tengah suatu bagian pie. Titik t adalah titik tengah suatu bagian pie. Nah, teori pembuatan pie chart di atas jika dibahasakan dengan skrip PHP adalah sebagai berikut:

<?php Header

("Content-Type:image/jpeg");

// --- menentukan data yang akan dibuat pie chartnya --- //

$data[0] = 24; $data[1] = 41; $data[2] = 32;

$data[3] = 49; $data[4] = 37;

// --- deklarasi variabel --- //

$total = 0; $d = array();

$kor_x = array(); $kor_y = array();

$t_x = array(); $t_y = array();

// --- menentukan besar sudut setiap bagian pie --- //

for($j=0;$j<=4;$j++)

{ $total += $data[$j]; } $d[0] = 0; for($i=1;$i<=5;$i++)

{ $d[$i] = ($data[$i-1]/$total) * 360; $d[$i] += $d[$i-1]; }

// --- menentukan warna --- //

$img = ImageCreate(300,300);

$warna[0] = ImageColorAllocate($img,0,255,0);

$warna[1] = ImageColorAllocate($img,255,0,0);

$warna[2] = ImageColorAllocate($img,0,0,255);

$warna[3] = ImageColorAllocate($img,255,0,255);

$warna[4] = ImageColorAllocate($img,255,255,0);

$hitam = ImageColorAllocate($img,0,0,0); $putih = ImageColorAllocate($img,255,255,255);

ImageFill($img,0,0,$putih);

// --- membentuk pie --- //

for($k=1;$k<=5;$k++) {

// --- menggambar bagian-bagian pie --- //

ImageArc($img,150,150,250,250,$d[$k-1], $d[$k],$hitam);

// --- mencari koordinat batas --- //

$kor_x[$k] = round(150+(125*cos(deg2rad($d[$k-1])))); $kor_y[$k] = round(150+(125*sin(deg2rad($d[$k-1]))));

// --- mencari titik tengah --- //

$t = round(($d[$k-1]+$d[$k])/2);

$t_x[$k] = round(150+(62.5*cos(deg2rad($t))));

$t_y[$k] = round(150+(62.5*sin(deg2rad($t))));

ImageLine($img,150,150,$kor_x[$k],$kor_y[$k],$hitam);

} // --- mewarnai bagian pie --- // for($k=1;$k<=5;$k++)

{ ImageFillToBorder($img,$t_x[$k],$t_y[$k],$hitam,$warna[$k-1]); }

ImageJPEG($img); ?> Dari skrip di atas, ada beberapa bagian yang memerlukan penjelasan khusus.

Yang pertama adalah menentukan besar sudut setiap bagian pie.

// --- menentukan besar sudut setiap bagian pie --- //

for($j=0;$j<=4;$j++) { $total += $data[$j]; } $d[0] = 0;

for($i=1;$i<=5;$i++) { $d[$i] = ($data[$i-1]/$total) * 360; $d[$i] += $d[$i-1]; }

Langkah pertama adalah menghitung jumlah total nilai data, kemudian berdasarkan jumlah total tadi, dihitung besar setiap bagian pie, yang diwujudkan dalam besarnya sudut setiap bagian pie. Besarnya sudut akan membentuk deretan bilangan dari 0 sampai 360, misalnya 0, d1, d2, d3, d4, 360, dengan d1 < d2 <d3 < d4. Bagian lain yang harus diperhatikan adalah bagian membentuk pie.

// --- membentuk pie --- //

for($k=1;$k<=5;$k++) {

// --- menggambar bagian-bagian pie --- //

ImageArc($img,150,150,250,250,$d[$k-1], $d[$k],$hitam);

// --- mencari koordinat batas --- //

$kor_x[$k] = round(150+(125*cos(deg2rad($d[$k-1]))));

$kor_y[$k] = round(150+(125*sin(deg2rad($d[$k-1]))));

// --- mencari titik tengah --- //

$t = round(($d[$k-1]+$d[$k])/2);

$t_x[$k] = round(150+(62.5*cos(deg2rad($t))));

$t_y[$k] = round(150+(62.5*sin(deg2rad($t))));

ImageLine($img,150,150,$kor_x[$k],$kor_y[$k],$hitam);

}

// --- mewarnai bagian pie --- //

for($k=1;$k<=5;$k++) { ImageFillToBorder($img,$t_x[$k],$t_y[$k],$hitam,$warna[$k-1]);

}

Pada saat mencari koordinat batas, akan diterapkan rumus yang telah dijabarkan sebelumnya, yaitu x = a + r cos dan y = b + r sin, dengan beberapa penyesuaian, seperti misalnya hasilnya harus dibulatkan, oleh karena itu digunakan fungsi round(), lalu sudut harus dikonversikan dari derajat ke radian, sehingga digunakan fungsi deg2rad(). Pada contoh tersebut, ditetapkan diameter pie adalah sebesar 250, sehingga jari-jarinnya adalah 125. Pada saat mencari titik tengah, terdapat angka 62.5, yang merupakan setengah dari jari-jari. Looping untuk mewarnai perlu dipisahkan dari looping untuk menggambar pie, dengan pertimbangan gambar harus jadi terlebih dahulu, baru kemudian diberi warna. Jadilah gambar pie chart -nya.

4.2 pembuatan line chart minimarket Berikut adalah langkah-langkah mudah dan cepat untuk membuat diagram garis:

1. Buatlah worksheet baru dan isi dengan data seperti tampak pada gambar berikut ini. Diandaikan data tersebut adalah data jumlah penjualan item Compact Disc (CD) pada cabang Tangerang, Serang, dan Bandung untuk tahun 2011.



2. Pilih range data dari alamat A3 s/d D15.

3. Klik tab Insert pada menu ribbon.

4. Pada kelompok menu Charts, klik Line dan ambil pilihan diagram pertama seperti terlihat pada gambar screenshot berikut.



5. Langkah no. 4 di atas akan membentuk diagram garis dengan tampilan standar secara otomatis seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Terlihat pada chart tersebut data bulan menjadi categories dan cabang menjadi series.

6. Coba arahkan kursor mouse menuju titik tertentu dari salah satu garis. Akan muncul informasi selengkapnya dari titik tersebut seperti tampak pada gambar berikut.

4.3 Cara Membuat Grafik Tabel Karyawan Model Pie 3D

membahas mengenai bagaimana cara membuat grafik dari sebuah tabel gaji karyawan sebuah perusahaan menggunakan Ms. Excel. Selain sebagai pengolahan data angka Ms. Excel juga berfungsi untuk mengolah data tabel dan bahkan membuat sebuah grafik dengan cara membaca data dari sebuah tabel tersebut. Untuk kali ini saya akan memberikan contoh bagaimana membuat grafik gaji karyawan dengan model Pie 3D. Oke berikut tahapan membuatnya :

1. Seperti biasa langkah awal adalah buka Ms. Excel

2. Buat tabel gaji karyawan dengan nama, jabatan, dan besarnya gaji untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar tabel gaji karyawan berikut ini

x

3. Tahap berikutnya setelah tabel gaji karyawan dibuat Anda klik menu Insert, kemudian pilih Pie, dan klik 3D Pie



4. Jika sudah selesai tahap berikutnya adalah Anda akan melihat sebuah kotak grafik yang belum ada isinya pada lembar kerja Anda



5. Tahap berikutnya adalah mengambil data pada tabel tersebut untuk dijadikan grafik dengan cara klik menu Design kemudian klik Select Data



6. Tahap berikutnya akan terlihat sebuah jendela Select Data Source seperti terlihat pada gambar dibawah ini dan silakan klik Chart Data Range untuk mengambil data dari tabel gaji karyawan tersebut



7. Langkah berikutnya jendela Select Data Source akan mengecil dan silakan lakukan drag and drop pada data tebel gaji karyawan dan silakan lihat ada Marque terlihat yang membatasi data gaji karyawan yang ditunjukan oleh anak panah seperti terlihat pada gambar dibawah ini



8. Langkah berikutnya klik kembali Chart Data Range dan range tersebut bertuliskan rumus =Sheet1!$C$4:$C$9 dan akan terbuat sebuah grafik yang masih sangat sederhana berikut ini



9. Jika sudah selesai grafik sederhana sudah terbuat dan kita lanjutkan dengan mengganti label yang mesih bertuliskan 1, 2, 3, 4, 5, 6 tersebut dengan jabatan yang sesuai pada tabel gaji karyawan tersebut dengan cara klik Edit



10. Tahap berikutnya jendela Select Data source akan mengecil dan ini saat nya mengambil data nama jabatan sesuai tabel dan silakan ambil range nama jabatan tabel tersebut



11. Jika sudah selesai maka akan tertuliskan rumus =Sheet1!$B$4:$B$9 dan silakan klik OK dan perhatikan gambar grafik tersebut label Axis akan berubah sesuai nama jabatan dalam tabel





12. Sampai tahap ini pembuatan grafik karyawan sudah bisa dibaca bahwa jabatan General Manager adalah yang berwarna biru, kemudian sekretaris berwarna merah, Administrasi berwarna hijau, Keuangan warna ungu, Marketing cyan, dan Teknisi warna kuning. Sebenarnya kita bisa merubah warna pada grafik masing-masing jabatan tersebut dan kita akan bahas lain kali. Langkah berikutnya untuk menambahkan label pada grafik sesuai daftar gaji yang ada di tabel caranya yaitu dengan klik kanan pada aera grafik kemudian Add Label



13. Jika berhasil grafik tersebut akan terlihat penambahan label jumlah gaji sesuai dengan criteria jabatan karyawan tersebut